Dashboard Pencegahan Perkawinan Anak

Menyajikan data-data penting yang menggambarkan kondisi perkawinan anak, untuk membantu pemangku kepentingan dan berbagai pihak di tingkat pusat dan daerah mengetahui tren dan mengembangkan kebijakan berbasis bukti guna memperkuat pencegahan dan penanganan perkawinan anak

Strategi 1
Optimalisasi Kapasitas Anak
Strategi 2
Lingkungan yang Mendukung Pencegahan Perkawinan Anak
Strategi 3
Aksesibilitas dan Perluasan Layanan
Strategi 4
Penguatan Regulasi dan Kelembagaan
Strategi 5
Penguatan Koordinasi Pemangku Kepentingan
Kementerian, Lembaga, dan Sektor Terkait :
Mitra Pembangunan :

Strategi 1

Optimalisasi Kapasitas Anak

Fokus Strategi:

  • Peningkatan kesadaran dan sikap terkait hak kesehatan reproduksi dan seksualitas yang komprehensif.
  • Peningkatan partisipasi anak dalam pencegahan perkawinan anak.

Intervensi Kunci:

  • Melaksanakan pendidikan kecakapan hidup (komunikasi, pemecahan masalah, berpikir kritis, asertif, kemampuan negosiasi, literasi digital, dll) bagi anak dan remaja.
  • Memastikan anak yang akan terlibat dalam proses kebijakan dibekali dengan pengetahuan tentang isu perkawinan anak.
  • Penguatan peran dan kapasitas anak dalam mencegah perkawinan anak, termasuk konselor teman sebaya.

Keluaran yang Diharapkan:

  • Tersedianya kurikulum pendidikan kecakapan hidup dengan kemampuan negosiasi, komunikasi, advokasi, berpikir kritis, dan literasi digital.
  • Optimalisasi pendidikan kesehatan reproduksi dalam kurikulum sekolah.
  • Tersedianya penguatan bagi konselor teman sebaya terintegrasi sistem rujukan formal.
  • Tersedianya jalur partisipasi formal bagi remaja dalam perencanaan dan penganggaran.

Strategi 2

Lingkungan yang Mendukung Pencegahan Perkawinan Anak

Fokus Strategi:

  • Perubahan nilai, norma, dan cara pandang terhadap perkawinan anak.
  • Penguatan peran orang tua dalam perlindungan anak.

Intervensi Kunci:

  • Penguatan pemahaman dan peran orang tua, keluarga, sekolah, pesantren, dan organisasi sosial dalam pencegahan perkawinan anak.
  • Transformasi layanan konseling dan pendampingan orang tua secara profesional.
  • Peningkatan keterampilan pengasuhan yang berkualitas bagi remaja.
  • Pemberdayaan ekonomi keluarga (kewirausahaan, bantuan PKH, dan dukungan sosial lain).
  • Penguatan sistem dan lingkungan sekolah ramah anak dengan HKSR.
  • Penguatan kelembagaan masyarakat hingga tingkat desa melalui pelatihan pendampingan anak.

Keluaran yang Diharapkan:

  • Gerakan masyarakat lintas pemangku kepentingan untuk pencegahan perkawinan anak.
  • Tersedianya layanan literasi digital bagi orang tua dan anak.
  • Tersedianya skema dukungan ekonomi keluarga rentan.

Strategi 3

Aksesibilitas dan Perluasan Layanan

Fokus Strategi:

  • Perluasan layanan perlindungan anak dan remaja yang komprehensif.
  • Peningkatan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Intervensi Kunci:

  • Penguatan layanan PUSPAGA, UPTD PPA, dan lembaga rujukan.
  • Pengembangan mekanisme layanan terpadu anak dan remaja di tingkat lokal.
  • Peningkatan akses pendidikan bagi anak perempuan rentan perkawinan anak.
  • Integrasi layanan kesehatan reproduksi remaja dalam fasilitas kesehatan primer.

Keluaran yang Diharapkan:

  • Tersedianya layanan komprehensif untuk remaja dan keluarga rentan.
  • Meningkatnya cakupan dan efektivitas layanan PPA di seluruh daerah.
  • Penguatan mekanisme koordinasi lintas sektor untuk rujukan kasus.

Strategi 4

Penguatan Regulasi dan Kelembagaan

Fokus Strategi:

  • Penguatan regulasi dan kebijakan pencegahan perkawinan anak.
  • Penguatan kapasitas kelembagaan pusat dan daerah.

Intervensi Kunci:

  • Sinkronisasi regulasi nasional dan daerah terkait batas usia perkawinan dan perlindungan anak.
  • Penguatan kelembagaan KemenPPPA dan OPD daerah dalam koordinasi Stranas PPA.
  • Penyusunan panduan teknis, SOP, dan roadmap pelaksanaan Stranas PPA.

Keluaran yang Diharapkan:

  • Adanya regulasi daerah turunan dari UU Perkawinan dan Perpres Stranas PPA.
  • Peningkatan kapasitas kelembagaan daerah dalam implementasi program perlindungan anak.

Strategi 5

Penguatan Koordinasi Pemangku Kepentingan

Fokus Strategi:

  • Koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan di semua tingkatan.
  • Monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan Stranas PPA.

Intervensi Kunci:

  • Penguatan mekanisme koordinasi lintas K/L dan daerah melalui gugus tugas Stranas PPA.
  • Pengembangan sistem pemantauan terpadu berbasis data SIGA PPPA.
  • Pelibatan CSO, akademisi, dan sektor swasta dalam implementasi dan evaluasi Stranas PPA.

Keluaran yang Diharapkan:

  • Terwujudnya koordinasi multisektor yang efektif dan berkelanjutan.
  • Tersedianya sistem pemantauan Stranas PPA yang terintegrasi.
  • Peningkatan partisipasi multipihak dalam evaluasi dan advokasi kebijakan.

Meta Data Stranas PPA